Sabtu, 07 September 2013
Minggu, 01 September 2013
00.59
2 comments
PERTEMUAN 1 dan 2 :
Standar Kompetensi : Menganalisis Budaya
Politik di Indonesia
Kompetensi Dasar :
Mendeskripsikan pengertian budaya politik
1. Pengertian Budaya Politik
o
Sikap orientasi warga negara terhadap sistem politik dan
aneka ragam bagiannya, dan sikap terhadap peranan warga negara di dalam sistem
itu ( G. A. Almond
dan S. Verba )
o
Sikap dan
orientasi warga suatu negara
terhadap kehidupan pemerintahan
negara dan politiknya
( Mochtar Masoed dan Colin MacAndrews )
o
Sutu konsep yang
terdiri dari sikap, keyakinan, nilai - nilai dan ketrampilan yang sedang
berlaku bagi seluruh anggota
masyarakat, termasuk pola - pola kecenderungan
khusus serta pola - pola kebiasaan
yang terdapat pada kelompok - kelompok dalam masyarakat ( Almond
dan Powell )
Minggu, 07 Juli 2013
13.16
1 comment
Cara Menyolder / Mematri Yang Baik | Dalam pekerjaan solder-menyolder komponen elektronika ini
kita ketahui dulu bahan timah yang digunakan. Ada berbagai jenis timah yang
dijual di toko-toko elektronika, biasanya timah untuk keperluan pematrian
komponen elektronika berbentuk seperti kawat.
Bahan patri / timah yang baik, yang digunakan untuk menyolder komponen elektronika adalah jenis alloy. Timah jenis alloy ini terdiri dari perak dan timah. Bahan alloy itu berbentuk buluh panjang yang berisi bahan organik berupa pasta yang disebut rosin.
Alloy yang terdiri atas campuran 60 % perak dan 40% timah akan meleleh pada suhu 190 derajat Celcius, sedangkan alloy eutetic yang terdiri atas 63% perak dan 37% timah mempunyai titik leleh sekitar 180C. Kedua jenis ini cocok digunakan untuk mematri komponen elektronika.
Sedangkan timah patri dengan perbandingan 50/50 mempunyai titik leleh 213C dan timah patri perbandingan 40/60 akan meleleh pada suhu 235 derajat Celcius, kedua jenis timah patri ini jarang digunakan untuk komponen elektronik dan dan biasanya jenis ini digunakan untuk mematri barang-barang yang tahan panas misalnya sambungan kawat ground dan sebagainya.
Bahan patri / timah yang baik, yang digunakan untuk menyolder komponen elektronika adalah jenis alloy. Timah jenis alloy ini terdiri dari perak dan timah. Bahan alloy itu berbentuk buluh panjang yang berisi bahan organik berupa pasta yang disebut rosin.
Alloy yang terdiri atas campuran 60 % perak dan 40% timah akan meleleh pada suhu 190 derajat Celcius, sedangkan alloy eutetic yang terdiri atas 63% perak dan 37% timah mempunyai titik leleh sekitar 180C. Kedua jenis ini cocok digunakan untuk mematri komponen elektronika.
Sedangkan timah patri dengan perbandingan 50/50 mempunyai titik leleh 213C dan timah patri perbandingan 40/60 akan meleleh pada suhu 235 derajat Celcius, kedua jenis timah patri ini jarang digunakan untuk komponen elektronik dan dan biasanya jenis ini digunakan untuk mematri barang-barang yang tahan panas misalnya sambungan kawat ground dan sebagainya.
Jadi kesimpulannya timah yang kita
gunakan untuk mematri, kita sesuaikan dengan barang yang akan kita solder, jika
akan mematri komponen elektronika gunakan jenis timah yang leleh antara suhu
180-190 derajat celcius, kita bisa menggunakan jenis timah dengan perbandingan
60/40, timah ini banyak dijual dipasaran berbentuk kawat dengan diameter antara
0,85 mm - 1 mm.
Kamis, 27 Juni 2013
11.30
No comments
Mengindentifikasi dan Membaca Nilai Kondensator/Capasitor | Kondensator/Capasitor berfungsi untuk menyimpan
energi listrik dalam bentuk muatan listrik. Kondensator/Capasitor ini merupakan
komponen elektronika pasif. Kondensator notasinya biasa ditulis dengan huruf C.
Banyaknya muatan listrik per detik ditentukan dalam satuan Qoulomb (Q), sedangkan kemampuan Kondensator/Capasitor menyimpan muatan disebut kapasitansi yang satuannya adalah Farad (F).
Ket :
1 Farad = 1.000.000 uF baca (mikro farad),
1 uF = 1.000 nF baca (nano Farad) dan
1 nF = 1.000 pF baca (piko Farad).
Kondensator/Capasitor terdiri dari dua keping konduktor yang dipisahkan oleh bahan penyekat yang disebut dengan bahan dielektrik, fungsi zat dielektrik adalah untuk memperbesar kapasitansi. Jenis kondensator/kapasitor ini diantaranya adalah : keramik, kertas, kaca, mika, polyister dan elektrolit.
Banyaknya muatan listrik per detik ditentukan dalam satuan Qoulomb (Q), sedangkan kemampuan Kondensator/Capasitor menyimpan muatan disebut kapasitansi yang satuannya adalah Farad (F).
Ket :
1 Farad = 1.000.000 uF baca (mikro farad),
1 uF = 1.000 nF baca (nano Farad) dan
1 nF = 1.000 pF baca (piko Farad).
Kondensator/Capasitor terdiri dari dua keping konduktor yang dipisahkan oleh bahan penyekat yang disebut dengan bahan dielektrik, fungsi zat dielektrik adalah untuk memperbesar kapasitansi. Jenis kondensator/kapasitor ini diantaranya adalah : keramik, kertas, kaca, mika, polyister dan elektrolit.
Minggu, 16 Juni 2013
12.45
No comments
Pengertian Integrated Circuit / IC | Integrated Circuit atau biasa disebut dengan IC
adalah suatu rangkaian elektronik yang dikemas menjadi satu kemasan yang kecil.
Atau beberapa rangkaian yang besar yang diintegrasikan menjadi satu dan dikemas
dalam kemasan yang kecil.
Satu IC yang kecil dapat memuat ratusan bahkan ribuan komponen Elektronika. Bentuk IC bisa bermacam-macam, ada yang berkaki 3 misalnya LM7805, ada yang persis seperti transistor dan ada pula yang berkaki banyak contohnya LM741 atau seperti pada peralatan modern saat ini handphone, tablet, Personal Computer (PC) yang memiliki kaki sampai ratusan dan lainnya.
Satu IC yang kecil dapat memuat ratusan bahkan ribuan komponen Elektronika. Bentuk IC bisa bermacam-macam, ada yang berkaki 3 misalnya LM7805, ada yang persis seperti transistor dan ada pula yang berkaki banyak contohnya LM741 atau seperti pada peralatan modern saat ini handphone, tablet, Personal Computer (PC) yang memiliki kaki sampai ratusan dan lainnya.
|
Bentuk
IC seperti Transistor
|
11.40
No comments
Skema Rangkaian Saklar Sentuh Sederhana ini bekerja untuk menggerakakan relay (RL1), yang bisa anda
gunakan untuk memutus dan menghubungkan arus listrik. Jika anda ingin mecoba
merakit saklar ini tidaklah terlalu rumit karena komponen-komponennya banyak di
jual dipasaran. Rangkaiannyapun sangat sederhana Menggunakan IC 555 sebagai
input sentuhan guna mendorong relay bekerja.
JF1 dan JF2 adalah logam yang bisa anda desain berupa bentuk apa saja yang anda inginkan, logam ini nantinya bekerja sebagai kontak sentuhan lembut untuk menggerakkan saklar. Logam JF1 dan JF2 dipasang jangan terlalu jauh dari rangkaian, dan dalam kondisi bersih sehingga rangkaian bisa bekerja dengan baik.
JF1 jika disentuh akan menggerakkan Relay dalam kondisi ON dan JF2 akan melepas relay dalam kondisi OFF. Led D2 sebagai control dan akan menyala jika saklar dalam konisi ON.
JF1 dan JF2 adalah logam yang bisa anda desain berupa bentuk apa saja yang anda inginkan, logam ini nantinya bekerja sebagai kontak sentuhan lembut untuk menggerakkan saklar. Logam JF1 dan JF2 dipasang jangan terlalu jauh dari rangkaian, dan dalam kondisi bersih sehingga rangkaian bisa bekerja dengan baik.
JF1 jika disentuh akan menggerakkan Relay dalam kondisi ON dan JF2 akan melepas relay dalam kondisi OFF. Led D2 sebagai control dan akan menyala jika saklar dalam konisi ON.
Kamis, 06 Juni 2013
09.26
No comments
Skema Rangkaian Sirene Alarm Mobil
Polisi | Rangkaian sirine pada gambar
merupakan rangkaian sirene alarm mobil polisi. Terdiri dari 2 buah IC TL
555 sebagai multivibrator astabil, VR1 dan VR2 akan mengatur output suara alarm
sehingga anda akan dapat mengatur / menyesuaikan nada yang dihasilkan mirip
dengan alarm mobil polisi sungguhan.
09.23
No comments
Koleksi Simbol dan Fungsi Komponen Elektronika | Dalam menganalisa rangkaian elektronika atau
membuat skema rangkaian elektronika, kita harus tahu komponen-komponen yang
digunakan. Komponen-komponen ini dalam skema rangkaian elektronika
diigambar berdasarkan simbol-simbol yang sudah ditentukan.
Fungsi simbol-simbol komponen elektronika yaitu untuk mempermudah dan mengetahui karakteristik komponen dalam sebuah rangkaian elektronika.
Belajar elektronika haruslah memahami dan mengetahui, simbol-simbol komponen yang digunakan dalam sebuah rangkaian elektronika. Seperti halnya jika kita ingin memperbaiki peralatan elektronika, perusahaan pembuat peralatan akan menggambar rangkaian yang di produksinya pada skema rangkaian sehingga para pengguna/ teknisi akan mudah melacak kerusakan pada peralatan tersebut.
Pada gambar berikut adalah koleksi simbol-simbol komponen elektronika yang banyak digunakan dalam rangkaian elektronika :
Fungsi simbol-simbol komponen elektronika yaitu untuk mempermudah dan mengetahui karakteristik komponen dalam sebuah rangkaian elektronika.
Belajar elektronika haruslah memahami dan mengetahui, simbol-simbol komponen yang digunakan dalam sebuah rangkaian elektronika. Seperti halnya jika kita ingin memperbaiki peralatan elektronika, perusahaan pembuat peralatan akan menggambar rangkaian yang di produksinya pada skema rangkaian sehingga para pengguna/ teknisi akan mudah melacak kerusakan pada peralatan tersebut.
Pada gambar berikut adalah koleksi simbol-simbol komponen elektronika yang banyak digunakan dalam rangkaian elektronika :
|
Simbol Komponen Resistor
|
Fungsi
Komponen Resistor
|
|
|
|
Resistor
|
Resistor berfungsi sebagai
penghambat arus yang mengalir dalam rangkaian listrik
|
|
|
Resistor
|
|
|
|
Potensio Meter
|
Resistor berfungsi sebagai
penghambat arus dalam rangkaian listrik, nilai resistansi dapat diatur
|
|
|
Potensio Meter
|
|
|
|
Variable Resistor
|
Resistor berfungsi sebagai
penghambat arus dalam rangkaian listrik, nilai resistansi dapat diatur
|
|
|
Variable Resistor
|
|
08.44
No comments
Pada dasanya sistem automatis adalah untuk memudahkan kita
dalam semua hal bukan untuk memusingkan kita dalam hal-hal tertentu.
perkembangan sistem parkir oromatis dimaksudkan untuk memudahkan pengendara mobil
dalam memarkirkan kendaraan, sehingga penggendara yang kurang ahli dalam
memarkir kendaraan bisa memarkir kendaraan dengan rapi dan tanpa harus ken
TILANG.
berikut ini video yang menunjukan bagaimana sistem kontrol parkir otomatis bekerja.
berikut ini video yang menunjukan bagaimana sistem kontrol parkir otomatis bekerja.
bagaiana? menarik Bukan?
setiap sistem automatis tentunya tidak terlepas dari adanya sensor --> ECU --> aktuator.
sensor yang digunakan adalah sensor ultra sonic.
Minggu, 02 Juni 2013
08.43
1 comment
I. PENDAHULUAN
A. Latar
Belakang
Di era globalisasi sekarang ini,
semakin pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di dunia. Ilmu
pengetahuan dan teknologi ini dimanfaatkan dan dikembangkan oleh manusia untuk
dapat membantu pekerjaan mereka sehingga dapat menyelesaikan pekerjaan dengan
lebih mudah dan efesien. Oleh karena itu, setiap manusia terutama mahasiswa
dituntut agar mampu beradaptasi dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi tersebut. Sebenarnya intansi pendidikan di Indonesia dan negara
lainnya telah menerapkan perkembangan iptek tersebut, salah satunya seperti
adanya pembelajaran mengenai rangkaian elektronika pada jurusan teknikal
diberbagai intansi pendidikan
Sensor adalah alat untuk
mendeteksi/mengukur sesuatu, yang digunakan untuk mengubah variasi mekanis,
magnetis, panas, sinar dan kimia menjadi tegangan dan arus listrik. Dalam
lingkungan sistem pengendali dan robotika, sensor memberikan kesamaan yang menyerupai
mata, pendengaran, hidung, lidah yang kemudian akan diolah oleh kontroler
sebagai otaknya (Petruzella, 2001). Sensor dalam teknik pengukuran dan
pengaturan secara elektronik berfungsi mengubah besaran fisik (misalnya :
temperatur, gaya, kecepatan putaran) menjadi besaran listrik yang proposional.
Sensor merupakan komponen utama dari
suatu tranduser, sedangkan tranduser merupakan sistem yang melengkapi agar
sensor tersebut mempunyai keluaran sesuai yang kita inginkan dan dapat langsung
dibaca pada keluarannya. Ada berbagai macam sensor yang ada dipasaran, namun
berhubung aplikasi yang akan diwujudkan pada perancangan kali ini adalah sistem
pendeteksi dan pengaman kebakaran, maka penulis hanya akan membahas sensor suhu
dan sensor asap, mengingat aplikasi dan perancangan yang akan dibahas nanti
berhubungan dengan kedua sensor ini.
Klasifikasi Sensor
Terdapat beberapa tipe sensor yang
berdasar pada :
Keperluan
Power Suplaynya
- Pasif, sensor yang tidak memerlukan power supply pada saat bekerja, outputnya muncul akibat adanya rangsangan atau dikatakan sensor pasif apabila energi yang dikeluarkannya diperoleh seluruhnya dari sinyal masukan. Misalnya: Termocouple, piezoelectric, microphone.
- Aktif, sensor yang memerlukan power supply dari luar agar sensor tersebut dapat berfungsi atau memiliki sumber energi tambahan yang digunakan untuk output sinyalnya, adapun sinyal input hanya memberikan kontribusi yang kecil terhadap daya keluaran.
Tujuan
1. Mengerti tentang macam-macam dan fungsi dari sensor
dengan baik.
2. Mengerti tentang jenis, fungsi dan kegunaan dari sensor
suara dalam sistem kendali berumpan balik dengan baik
II. DASAR TEORI
Sensor suara adalah sebuah alat yang
mampu mengubah gelombang Sinusioda suara menjadi gelombang sinus energi
listrik (Alternating Sinusioda Electric Current). Sensor suara berkerja
berdasarkan besar/kecilnya kekuatan gelombang suara yang mengenai membran
sensor yang menyebabkan bergeraknya membran sensor yang juga terdapat sebuah
kumparan kecil di balik membran tadi naik & turun. Oleh karena kumparan
tersebut sebenarnya adalah ibarat sebuah pisau berlubang-lubang, maka pada saat
ia bergerak naik-turun, ia juga telah membuat gelombng magnet yang mengalir
melewatinya terpotong-potong. Kecepatan gerak kumparan menentukan kuat-lemahnya
gelombang listrik yang dihasilkannya.
Sensor suara adalah sensor yang cara
kerjanya merubah besaran suara menjadi besaran listrik, dan dipasaran sudah
begitu luas penggunaannya. Komponen yang termasuk dalam Sensor suara yaitu
electric condenser microphone atau mic kondenser.
Intensitas suara adalah ukuran dari
"aliran energi melewati satuan luas per satuan waktu" dan unit
pengukuran adalah W/m2 Probe intensitas suara mikrofon ini dirancang untuk menangkap
intensitas suara bersama dengan unit arah aliran sebagai besaran vektor. Hal
ini dicapai dengan menggabungkan lebih dari satu mikrofon di probe untuk
mengukur aliran energi suara. mikrofon konvensional dapat mengukur tekanan
suara (unit: Pa), yang mewakili intensitas bunyi di tempat tertentu (satu
titik), tetapi dapat mengukur arah aliran. Mikrofon intensitas bunyi Oleh
karena itu digunakan untuk sumber suara memeriksa dan untuk mengukur kekuatan
suara.
III. ISI DAN
PEMBAHASAN
A.
Sensor suara
Sensor suara bekerja berdasarkan
besar/kecilnya kekuatan gelombang suara yang mengenai membran sensor yang
menyebabkan bergeraknya membran sensor yang juga terdapat sebuah kumparan kecil
dibalik membran tadi naik dan turun. Oleh karena kumparan tersebut sebenarnya adalah ibarat
sebuah pisau berlubang-lubang, maka pada saat ia bergerak naik turun, ia juga
telah membuat gelombang magnet yang mengalir melewatiya terpotong-potong.
Kecepatan gerak kumparan menentukan kuat-lemahnya gelombang listrik yg
dihasilkannya. Komponen yang termasuk dalam Sensor suara yaitu:
Ø
Microphone
Micropone adalah komponen
elektronika dimana cara kerjanya yaitu membran yang digetarkn oleh gelobang
suara akan menghasilkan sinyal listrik dan lain-lain.
Gambar 1
(mikrofon)
Langganan:
Postingan (Atom)








